Perceraian atau cerai adalah putusnya hubungan pernikahan yang disebabkan oleh kegagalan suami istri dalam menjalankan peran masing-masing sebagai pasangan.

Dalam hukum perdata agama perceraian ini ada dua macam yaitu cerai gugat dan cerai taak dimana pembedanya adalah pihak yang mengajukan (rapak) perceraian di pengadian agama. apabila yang mengajukan pilah suami di sebut sebagai cerai talak apabila yang mengajukan adaah ihak perempuan disebut sebagai cerai gugat. Dalam masyarakat sering kali istilah didalam perceraian ini salah mengartikan dimana apabila yang mengajukan pihak perempuan pada umumnya mengatakan ingin rafak atau rapak yang mana dalam istilah yang sebenarnya rofa'a yang artinya naik atau mengajukan.

Perceraian di pengadilan agama ini diatur dalam undang undangan tahun 1974 yaitu pasal 39 saapai dengan pasal 41. dimana mengklasifikasikannya menjadi 2 yaitu yang pertama Cerai Talak, yaitu putusnya perkawinan karena talak oleh suami dan Cerai Gugat yaitu perceraian yang disebabkan oleh suatu gugatan yang di ajukan oleh pihak istreri.

yang perlu diingat dalam perceraian ini adalah akibatnya dimana seharusnya ibu dan ayah berkewajiban dan memelihara anak dan  ayah bertanggung jawab atas semua biaya dalam memelihara anak. danmenurut undang-undang tahunb 1974 pasal 41 nomor 1, pengadilan dapat meajibkan biaya (kepada bekas suami) untuk menghidupi bekas istri (dimana ini adalah uang mut'ah dan uang idah).

Lebih baru Lebih lama